”Pace Kobogau pergi ikut seminar bahaya AIDS yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Lantas pada sesi tanya jawab Pace Moans berdiri dan angkat bicara”Sa mo usul supaya BUPATI dan SEKWILDA yang ada di daerah ini segera letakan jabatan sebab jabatan itulah yang membawa penyakit AIDS. Bagaimana tra bisa dapat AIDS, dorang selalu berada Sekitar Wilayah Dada (SEKWILDA) dan Buka Paha Tinggi-Tinggi (BUPATI). “Maka itu segera turun dari wilayah itu” ujarnya meyakinkan. Hadirin dan nara sumber tertawa mati sampe ingus hampir tampias.”
Atau Dalam rangka pemilihan kepala desa, paitua Yaoman berdialog deng dia pu warga desa setempat. Trus paitua satu badiri tanya sama calon kepala desa itu”akibat krisis moneter dan ekonomi, harga obat-obatan saat ini sangat mahal, kitong banyak yang tra mampu membeli. Trus tindakan apa yang paitua lakukan untuk mengatasi hal tersebut kalo bapak terpilih jadi kepala desa?”. ”sa akan perintahkan agar warga tra usah sakit dulu lah!!!. Pas pada waktu pemilihan kepala desa digelar paitua Yaoman hanya dapat satu suara dari dia pu maitua saja.
Demikian dua buah penggalan isi mob yang sempat mewarnai dalam bedah buku Mob Ala Papua yang diluncurkan kemarin( kamis,16/03) dihadapan sejumlah aktivist LSM, Jurnalis, dan mahasiswa,tokoh masyarakat dan tokoh agama . Dalam buku Mob yang dipersembahkan kepada masyarakat Papua dengan tajuk Ketawa Itu Penting Too itu sempat diwarnai dengan mob-mob lucu yang disumbangkan ole para hadirin sehingga keadaan penuh dengan canda tawa .
Dalam kesempatan itu Emanuel Goo mengatakan Dalam Kehidupan Orang Papua, kaya dengan cerita rakyat selain cerita legenda , totem, cerita horor, pengalaman hidup yang horor, dan cerita lainnya . Dari sekian cerita yang beredar dalam dikalangan rakyat Papua adalah cerita lelucon alis Mob yang acapkali mengundang gelak tawa juga mengandung protes sosial serta sebagai sarana pelepas kattup stress. Mop yang beredar dalam kalangan rakyat Papua diceritakan secara lisan dari mulut ke mulut tanpa adanya pendokumentasian , sebab mop mengandung multi nilai yang cukup penting dalam kehidupan Mereka . Selain protes sosial, pelepas kepenatan , ketegangan dari rutinitas .
Dalam kalangan rakyat Papua , punya banyak kisah menggelitik. Salah satunya, ya, itu tadi: Mop Sekwilda dan Bupati . Disini akan membawa manusia akan pentingnya rasa humor dalam hidup, lebih-lebih untuk 'menyelundupkan' pesan yang sulit disajikan dalam komunikasi yang wajar.
Koresponden Tabloid Sura perempuan ini mengakui selama ini banyak mop yang beredar di kalangan masyarakat namun tidak dibaca dalam bentuk melainkan disebarkan secara lisan dari mulut ke mulut .Sehingga selama ini pula rakyat Papua hanya menjadi konsumen dari buku-buku novel, cerita rakyat , humor yang disajikan ala Jawa , Madura , yang akhirnya sebagian istilah yang digunakan sulit diselama oleh pembaca. Padahal anekdot,homor, cerita lelucon orang Papua yang selama ini bersebaran di masyarakat sangat kaya akan makna yang mestinya digali dan didokumentasikan kembali agar tidak hilang begitu saja . Semestinya ini tugas dinas pariwisata dan kebudayaan juga Dinas Pendidikan dan pengajaran Provisi Papua .
Mob dalam bentuk anekdot - di mana efek tawanya hanya sekadar alat untuk menuju sasaran akhir berupa kritik sosial - sesungguhnya merupakan cermin dari kondisi sosial masyarakat . Dalam konteks inilah Mob menjadi semacam kiat untuk menyiasati berbagai tekanan. Di sinilah pentingnya humor dalam hidup. Humor dalam bentuk anekdot - bersifat politis, , atau apa pun - itu berfungsi sebagai katup pelepas.
Secara teoritis Mob dapat dipandang sebagai model percakapan yang mempunyai arti sosial. Dengan kata lain, Mob juga terkait dengan cara berpikir sosial. Dalam kultur sosial kita, Mob dengan berbagai bentuknya sangat pas dengan kepribadian suatu suku bangsa .
Menurut Goo, Mob dapat menimbulkan gairah baru. Di sisi lain, Mob juga berfungsi untuk menghilangkan kecemasan sekaligus alat kontrol sosial. Joke politik di satu sisi merupakan ungkapan dari 'kecemasan' terhadap masalah politik, di sisi lain dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari kontrol sosial.
Lebih jauh dikatakan emanuel , rasa humor penting untuk hidup. Mob yang identik dengan senyum dapat membuat orang lebih merasa enak. Ia bisa melepaskan orang dari rasa tertekan, membuat otot-otot wajah terasa rileks, dan membuat jiwa seseorang menjadi lebih hidup. Humor memang komoditi yang menggairahkan.
KALANGAN pemilik Mob percaya, dalam masyarakat yang 'sakit' Mob apa pun bentuknya - sangat diperlukan. Di tengah masyarakat yang tertekan, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, di tengah hiruk-pikuk kecemasan sosial, humor menjadi semakin penting untuk lepas dari kesumpekan itu. Seperti situasi sekarang di Nabire. Dalam masa pilkada ini masyarakat dibingungkan oleh masalah politis yang nasibnya kurang jelas.
Dalam situasi semacam ini Mob bisa menjadi semacam katup pelepas, paling tidak untuk menertawakan diri sendiri dengan cara memberi harapan-harapan semu. Anekdot sudah merupakan terapi murah buat masyarakat yang sumpek, sekaligus merupakan peluang untuk meluncurkan kritik-kritik sosial yang pedas tanpa konfrontasi
Bahwa di masyarakat kita sekarang Mob begitu bertebaran dalam bentuk dan sifatnya yang beragam, atau semakin 'brutal' (meminjam istilah Putu Wijaya), boleh jadi itulah cermin masyarakat Dan, kehadiran anekdot di tengah-tengah kita adalah bentuk lain dari apa yang disebut Putu Wijaya sebagai penggembosan terhadap berbagai tekanan yang menghimpit itu.
Dalam acara peluncuran tersebut emanuel meluncurkan 60 buku mob sehingga hadirin yang datang dari belakangan tidak dapat kebagian , mereka mengeluh kenapa dicetak dalam jumlah yang terbatas .
Seperti dikemukakan Silfester Tebay kepada media ini Hasil Karya anak-anak Papua ini seharusnya pemerintah peka dalam dukungan fasilitas maupun dana sehingga mereka berkreasi terus . Buku Mob yang ditulis oleh Emanuel ini langkah walaupun kita biasa cerita mob dengan siapa saja tetapi untuk mendokumentasikan dalam bentuk buku belum ada maka karya emanuel ini patut mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten ataupun provinsi Papua.
Sementara itu Emanuel Goo mengakui bahwa buku Mob ini dicetak sangat terbatas, hanya 200 eksamplar karena keterbatasan dana . Permintaan dan peluang untuk cetak ulang ada bahkan sampai sekarang sudah garap 12 edisi buku Mob tetapi karena terkait keterbatasan dana dan fasilitas maka belum terpikirkan untuk cetak buku mob seri kedua dan selanjutnya . “ Saya terbitkan 200 inikan karena ada belas kasihan ibu Sipora Boray maka buku ini bias diterbitkan , sehingga para hadirin yang tidak dapat buku harap dimaklumi akan keterbatasan ini “ akunya . ( eg )
Continue reading...
Atau Dalam rangka pemilihan kepala desa, paitua Yaoman berdialog deng dia pu warga desa setempat. Trus paitua satu badiri tanya sama calon kepala desa itu”akibat krisis moneter dan ekonomi, harga obat-obatan saat ini sangat mahal, kitong banyak yang tra mampu membeli. Trus tindakan apa yang paitua lakukan untuk mengatasi hal tersebut kalo bapak terpilih jadi kepala desa?”. ”sa akan perintahkan agar warga tra usah sakit dulu lah!!!. Pas pada waktu pemilihan kepala desa digelar paitua Yaoman hanya dapat satu suara dari dia pu maitua saja.
Demikian dua buah penggalan isi mob yang sempat mewarnai dalam bedah buku Mob Ala Papua yang diluncurkan kemarin( kamis,16/03) dihadapan sejumlah aktivist LSM, Jurnalis, dan mahasiswa,tokoh masyarakat dan tokoh agama . Dalam buku Mob yang dipersembahkan kepada masyarakat Papua dengan tajuk Ketawa Itu Penting Too itu sempat diwarnai dengan mob-mob lucu yang disumbangkan ole para hadirin sehingga keadaan penuh dengan canda tawa .
Dalam kesempatan itu Emanuel Goo mengatakan Dalam Kehidupan Orang Papua, kaya dengan cerita rakyat selain cerita legenda , totem, cerita horor, pengalaman hidup yang horor, dan cerita lainnya . Dari sekian cerita yang beredar dalam dikalangan rakyat Papua adalah cerita lelucon alis Mob yang acapkali mengundang gelak tawa juga mengandung protes sosial serta sebagai sarana pelepas kattup stress. Mop yang beredar dalam kalangan rakyat Papua diceritakan secara lisan dari mulut ke mulut tanpa adanya pendokumentasian , sebab mop mengandung multi nilai yang cukup penting dalam kehidupan Mereka . Selain protes sosial, pelepas kepenatan , ketegangan dari rutinitas .
Dalam kalangan rakyat Papua , punya banyak kisah menggelitik. Salah satunya, ya, itu tadi: Mop Sekwilda dan Bupati . Disini akan membawa manusia akan pentingnya rasa humor dalam hidup, lebih-lebih untuk 'menyelundupkan' pesan yang sulit disajikan dalam komunikasi yang wajar.
Koresponden Tabloid Sura perempuan ini mengakui selama ini banyak mop yang beredar di kalangan masyarakat namun tidak dibaca dalam bentuk melainkan disebarkan secara lisan dari mulut ke mulut .Sehingga selama ini pula rakyat Papua hanya menjadi konsumen dari buku-buku novel, cerita rakyat , humor yang disajikan ala Jawa , Madura , yang akhirnya sebagian istilah yang digunakan sulit diselama oleh pembaca. Padahal anekdot,homor, cerita lelucon orang Papua yang selama ini bersebaran di masyarakat sangat kaya akan makna yang mestinya digali dan didokumentasikan kembali agar tidak hilang begitu saja . Semestinya ini tugas dinas pariwisata dan kebudayaan juga Dinas Pendidikan dan pengajaran Provisi Papua .
Mob dalam bentuk anekdot - di mana efek tawanya hanya sekadar alat untuk menuju sasaran akhir berupa kritik sosial - sesungguhnya merupakan cermin dari kondisi sosial masyarakat . Dalam konteks inilah Mob menjadi semacam kiat untuk menyiasati berbagai tekanan. Di sinilah pentingnya humor dalam hidup. Humor dalam bentuk anekdot - bersifat politis, , atau apa pun - itu berfungsi sebagai katup pelepas.
Secara teoritis Mob dapat dipandang sebagai model percakapan yang mempunyai arti sosial. Dengan kata lain, Mob juga terkait dengan cara berpikir sosial. Dalam kultur sosial kita, Mob dengan berbagai bentuknya sangat pas dengan kepribadian suatu suku bangsa .
Menurut Goo, Mob dapat menimbulkan gairah baru. Di sisi lain, Mob juga berfungsi untuk menghilangkan kecemasan sekaligus alat kontrol sosial. Joke politik di satu sisi merupakan ungkapan dari 'kecemasan' terhadap masalah politik, di sisi lain dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari kontrol sosial.
Lebih jauh dikatakan emanuel , rasa humor penting untuk hidup. Mob yang identik dengan senyum dapat membuat orang lebih merasa enak. Ia bisa melepaskan orang dari rasa tertekan, membuat otot-otot wajah terasa rileks, dan membuat jiwa seseorang menjadi lebih hidup. Humor memang komoditi yang menggairahkan.
KALANGAN pemilik Mob percaya, dalam masyarakat yang 'sakit' Mob apa pun bentuknya - sangat diperlukan. Di tengah masyarakat yang tertekan, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, di tengah hiruk-pikuk kecemasan sosial, humor menjadi semakin penting untuk lepas dari kesumpekan itu. Seperti situasi sekarang di Nabire. Dalam masa pilkada ini masyarakat dibingungkan oleh masalah politis yang nasibnya kurang jelas.
Dalam situasi semacam ini Mob bisa menjadi semacam katup pelepas, paling tidak untuk menertawakan diri sendiri dengan cara memberi harapan-harapan semu. Anekdot sudah merupakan terapi murah buat masyarakat yang sumpek, sekaligus merupakan peluang untuk meluncurkan kritik-kritik sosial yang pedas tanpa konfrontasi
Bahwa di masyarakat kita sekarang Mob begitu bertebaran dalam bentuk dan sifatnya yang beragam, atau semakin 'brutal' (meminjam istilah Putu Wijaya), boleh jadi itulah cermin masyarakat Dan, kehadiran anekdot di tengah-tengah kita adalah bentuk lain dari apa yang disebut Putu Wijaya sebagai penggembosan terhadap berbagai tekanan yang menghimpit itu.
Dalam acara peluncuran tersebut emanuel meluncurkan 60 buku mob sehingga hadirin yang datang dari belakangan tidak dapat kebagian , mereka mengeluh kenapa dicetak dalam jumlah yang terbatas .
Seperti dikemukakan Silfester Tebay kepada media ini Hasil Karya anak-anak Papua ini seharusnya pemerintah peka dalam dukungan fasilitas maupun dana sehingga mereka berkreasi terus . Buku Mob yang ditulis oleh Emanuel ini langkah walaupun kita biasa cerita mob dengan siapa saja tetapi untuk mendokumentasikan dalam bentuk buku belum ada maka karya emanuel ini patut mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten ataupun provinsi Papua.
Sementara itu Emanuel Goo mengakui bahwa buku Mob ini dicetak sangat terbatas, hanya 200 eksamplar karena keterbatasan dana . Permintaan dan peluang untuk cetak ulang ada bahkan sampai sekarang sudah garap 12 edisi buku Mob tetapi karena terkait keterbatasan dana dan fasilitas maka belum terpikirkan untuk cetak buku mob seri kedua dan selanjutnya . “ Saya terbitkan 200 inikan karena ada belas kasihan ibu Sipora Boray maka buku ini bias diterbitkan , sehingga para hadirin yang tidak dapat buku harap dimaklumi akan keterbatasan ini “ akunya . ( eg )















